Magister Promosi Kesehatan FKM Undip Implementasikan Program Inovatif dalam Kegiatan Residensi di Kabupaten Demak Tahun 2025

Program Studi Magister Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Residensi Mahasiswa Tahun 2025. Kegiatan lapangan yang berlangsung selama satu bulan penuh, dari 15 Juni hingga 15 Juli 2025 ini, mengambil lokus di tiga Puskesmas di Kabupaten Demak, yaitu Puskesmas Dempet, Puskesmas Mranggen 2, dan Puskesmas Kebonagung.

Kegiatan residensi ini merupakan bagian integral dari kurikulum yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu promosi kesehatan di komunitas. Sebanyak satu kelas mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok untuk melaksanakan program intervensi berbasis masyarakat di lima desa.

Sebelum turun ke lapangan, setiap kelompok terlebih dahulu melakukan need assessment atau pengkajian kebutuhan untuk mendiagnosis masalah kesehatan yang paling prioritas di desa masing-masing. Hasil kajian ini kemudian dipaparkan di hadapan para dosen pembimbing di kampus untuk disempurnakan menjadi rencana intervensi yang strategis dan terukur. Selama satu bulan, mahasiswa tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Puskesmas, Kepala Desa, perangkat RT/RW, kader kesehatan, bidan, dan pemegang program di puskesmas. Hasilnya, lima program intervensi yang inovatif dan sesuai konteks lokal berhasil diimplementasikan:

  1. Di Puskesmas Dempet:
    • Kelompok 1 (Desa Kuwu): Menggalakkan Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Program ini fokus pada peningkatan partisipasi warga dalam memberantas sarang nyamuk dan menciptakan lingkungan yang bebas DBD.
    • Kelompok 2 (Desa Jerukgulung): Melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Hipertensi. Intervensi difokuskan pada edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan pengelolaan faktor risiko hipertensi di komunitas.
  2. Di Puskesmas Mranggen 2 (Desa Wringinjajar):
    • Kelompok 1: Meluncurkan program TANGKAL TB (Tanggap, Aktif, Ngerti Gejala, Gerak bersama Kader dan Warga, Awas Penularan, Laporan Segera). Program ini dirancang untuk memperkuat kewaspadaan dan penanganan dini Tuberkulosis melalui kolaborasi dengan kader dan warga.
    • Kelompok 2: Menginisiasi PASTI DBD (PArtisipasi Sehat Terpadu dan Inklusif untuk DBD). Sebuah pendekatan terpadu dan inklusif yang melibatkan semua elemen masyarakat dalam aksi pencegahan DBD.
  3. Di Puskesmas Kebonagung (Desa Mijen):
    • Satu Kelompok: Berhasil membentuk KOMET (Komunitas Empati TB) sebagai wujud Optimalisasi Peran Aktif Masyarakat untuk Pencegahan Tuberkulosis. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah dukungan sosial dan agen perubahan dalam memerangi TB di Desa Mijen.

Rangkaian kegiatan residensi ditutup dengan seminar hasil yang diselenggarakan di kampus FKM Undip. Pada acara tersebut, seluruh kelompok mempresentasikan laporan akhir, capaian, dan refleksi dari program yang telah dijalankan. Seminar ini tidak hanya dihadiri oleh para dosen pembimbing, tetapi juga menerima kehadiran dari seluruh Kepala Puskesmas tempat residensi (Puskesmas Dempet, Mranggen 2, dan Kebonagung) serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak beserta seluruh Kepala Puskesmas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi nyata para mahasiswa. Kegiatan Residensi Mahasiswa Magister Promosi Kesehatan FKM Undip Tahun 2025 ini telah berhasil memberikan capaian yang signifikan, tidak hanya sebagai pemenuhan kurikulum akademik, tetapi juga sebagai bukti nyata dedikasi Undip dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke masyarakat, mengubah teori menjadi aksi, dan memberikan kontribusi langsung bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat