News Updates 02 Mei 2017 : - Biaya Pendidikan Program Pascasarjana Tahun 2017/2018 -
 

Pelatihan Konselor Angkatan ke 2 tahun 2008

Sabtu, 29 Agustus 2009    Kategori : Akademik

Dampak penyebaran infeksi HIV/AIDS dan tingginya prevalensi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini menyebabkan masalah HIV/AIDS dianggap bukan hanya masalah medik dari penyakit menular semata tapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia. Program pencegahan HIV/AIDS telah berjalan cukup baik, namun program pelayanan dan dukungan masih terbatas, khususnya program konseling dan tes sukarela (voluntary counseling and testing). Program Studi Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro dengan bidang kajian Kesehatan Reproduksi dan HIV & AIDS berupaya memberikan kontribusi bagi pencegahan dan pengendalian HIV & AIDS di Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan, penelitian dan pelatihan yang salah satunya adalah pelatihan konselor profesional.

Pada periode ke -2 pelatihan diikuti oleh 28 orang peserta yang berasal dari Rumah Sakit, Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM), Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan LSM. Pelatihan yang diselenggarakan selama 1 minggu tersebut memberikan bekal kepada para calon konselor mengenai aktivitas konselor dan HIV/AIDS. Materi-materi yang didapatkan antara lain:

   1. Epidemiologi HIV/AIDS dan Implikasi untuk Voluntary Counselling and Testing (VCT)
   2. Strategi Test HIV
   3. Peran VCT dalam Pencegahan dan perawatan HIV
   4. Konseling dan Keterampilan Konseling
   5. Komunikasi Perubahan Perilaku
   6. Intervensi VCT pada Injecting Drug User (IDU), PSK, Remaja, Men Who have Sex with Men (MSM),dll
   7. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke anak (PMTCT)
   8. Etika Konselor
   9. Manajemen Rekam Data
  10. Kunjungan Lapangan
  11. dll.

Selain pemberian materi melalui presentasi juga dilakukan dengan metode permainan sehingga peserta bisa memperoleh gambaran apa yang akan di lakukan dilapangan. Setelah mengikuti pelatihan Konselor Profesional diharapkan peserta pelatihan mampu: menuntun para klien untuk merangkai masa depan mereka, menyesuaikan kehidupan dengan serostatus barunya, mengubah perilaku kearah perilaku sehat, menurunkan penularan dari Ibu ke anak.

 

 Ditulis oleh: Eko Hernawan